Kamis, 12 Februari 2015

PENGADAAN DAN PENDISTRIBUSIAN PERLENGKAPAN SEKOLAH

                                                                       
   BAB I
PENDAHULUAN

Pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah biasanya dilakukan memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan sekolah, menggantikan barang-barang yang rusak, hilang, dihapuskan dan sebab-sebab lain yang dapat ditanggung jawabkan. Pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah sebaiknya direncanakan dengan hati-hati. Perencanaan perlengkapan pendidikan didefinisikan  sebagai suatu proses memikirkan dan menetapkan program pengadaan fasilitas sekolah, baik yang berbentuk sarana maupun prasarana pendidikan masa yang akan darang. Prihalproses atau prosedurnya telah banyak direkomendasikan oleh para toeretisi, namun, pada alhirnya, keefektifannya dapat dinilai atau dilihat dari seberapa jauh pengadaannya itu dapat memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah dalam preode tertentu.
                            
 ada tiga pembahasan pertama pembahasan tentang hakikat prosedur, dan prinsip-prinsip perencanaan perlengkapan yang efektif di sekolah dasar. Pembahasanya dengan mengutip berbagai pendapat para pakar manajemen perlengkapan sekolah. Kedua, pembahasan tentang berbagai teknik pengadaan perlengkapan di sekolah dasar  ,  ketiga, pembahasan mengenai prosedur efektif pendistribusian perlengkapan sekolah dasar , pada bab ini di kemukakan dua contoh format ketatausahaan pengadaan dan pendistribusian perlengkapan yang dapat di kembangkan lebih lanjut oleh pembaca sendiri dengan membaca bab ini pembaca diharapkan dapat:

1.      Apa pengertian manajemen perlengkapan sekolah?
2.      Bagaimana perencanaan perlengkapan sekolah?
3.      Pendistribusian perlengkapan sekolah?






BAB II
PEMBAHASAN


A.    Perencanaan perlengkapan sekolah
a.       Pengertian
Dalam rangka melaksanakan tugas-tugas yang di kelompokkan sebagai substansi perlengkapan sekolah itu, di gunakan suatu pendekatan administratif tertentu yang disebut juga manajemen, yang merupakan istilah yang cukup populer. Manajemen merupakan proses pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Pendayagunaan melalui tahapan proses yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan disebut manajemen (Sergiovanni, 1987 ).
                            
Ditinjau dari arti katanya perencanaan adalah suaru proses memikirkan dan kegiatan-kegiatan dan program yang akan dilakukandimana yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut. Perencanaan perlengkapan pendidikan dapat di definisikan sebagai suatu proses memikirkan dan menetapkan program pengadaan fasilitas sekolah, baik yang berbentuk sarana maupun prasarana pendidikan dimasa yang akan datang  untuk mencapai tujuan tertentu.

Tujuan yang ingin dicapai dengan perencanaan pengadaan perlengkapan atau fasilitan tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan  perlengkapan. Oleh karena itu, keefektifan sesuatu perencanaan pengadaan perlengkapan sekolah tersebut dapat dinilai atau dilihat dari seberapa jauh pengadaannya itu dapat memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah dalam priode tertentu. Apabila pengadaan perlengkapan itu betul-betul sesuai dengan kebutuhannya., berarti perencanaan pengadaan perlengkapan disekolah itu betul-betul efektif.

            Berdasarkan uraian singkat diatas, ada beberapa karakteristik esensial perencanaan pengadaan perlengkapan sekolah, yaitu sebagai berikut
1.      Perencanaan perlengkapan sekolah itu merupakan proses menetapkan dan memikirkan.
2.      Objek pikir dalam perencanaan sekolah adalah upaya memenuhi sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan sekolah.
3.      Tujuan perencanaan perlengkapan sekolah adalah efektivitas  dari efesinsi dalam pengadaan perlengkapan sekolah.
4.      Perencanaan  perlengkapan sekolah harus memenuhi prinsip-prinsip .

B.     Prosedur Perencanaan  pengadaan  Perlengkapan Sekolah
Akhir-akhir ini telah banyak teoritisi mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan perlengkapan pendidikan di sakolah, antara lain adalah seorang teoritisi administrasi pendidikan, yaitu Jame J. Jones (1969). Janes menegaskan bahwa perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah di awali dengan menganalisis jenis pengalaman pendidikan yang di berikan di sekolah itu. Janes mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan sekolah sebagai berikut :

1. Menganalisis kebutuhan pendidikan suatu masyarakat dan menetapakan program untuk masa yang akan datang sebagai dasar untuk menevaluasi keberadaan fasilitas dan membuat model perencanaan perlengkapan yang akan datang.
2.  Melakuakan survey keseluruh unit sekolah untuk menyusun menyusun data sekolah untuk jangka waktu tertentu.
3.  Memilih kebutuhan utama berdasarkan hasil survei.
4.  Mengembangkan educational specification untuk setiap proyek yang terpisah-pisah dalam usaha.
5. Merancang setiap proyek yang terpisah-pisah sesuai dengan spesifikasi pendidikan yang diusulkan.
6. Mengembangkan dan menguatkan tawaran atau kontrak dan melaksanakan sesuai dengan gambaran kerja ang diusulkan.
7.  Melenkapi perlengkapan gedung dan meletakannya sehingga siap untuk digunakan.


Berdasarkan uraian tentang prosedur perencanaan pengadaan di atas dapat di tegaskan bahwa perencanaan perencanaan perlengkapan sekolah tidaklah mudah. Perencanaan perlengkapan pendidikan bukan sekedar sebagai upaya mencari ilham, melainkan upaya memikirkan perlengkapan yang di perlukan di masa yang akan datang dan bagaimana pengadaannya secara, rinci, dan teliti berdasarkan informasi dan realistis tentang kondisi sekolah.

Agar prisip-prinsip tersebut betul-betul terpenuhi, semua pihak yang di libatkan atau di tunjuk sebagai panitia perencanaan pengadaan perlengkapan sekolah perlu mengetahui dan mempertimbangkan program pendidikan, perlengkapan yang sudah di miliki, dana yang tersedia, dan harga pasar. Dalam hubungannya dengan program pendidikan yang perlu di perhatikan adalah organisasi kurikulum sekolah, metode pengajaran, dan media pengajaran yang di perlukan.

Dalam kaitannya dengan dana yang tersedia, ada beberapa sumber dana yang biasanya di miliki sekolah, seperti dana proyek , dana yayasan, dan dana sumbangan rutin orang tua murid. Sedangkan dalam hubunganya dengan perlengkapan yang sudah dimiliki ada tiga hal yang perlu di ketahui

Ada beberapa karakteristik esensial perencanaan pengadaan perlengkapan sekolah, yaitu sebagai berikut :

a.  Merupakan proses menetapkan dan memikirkan.
b. Objek pikir dalam perencanaan perlengkapan sekolah adalah upaya memenuhi sarana prasarana pendidikan yang di butuhkan sekolah.
c.  Tujuan perencanaan perlengkapan sekolah adalah efektifitas dan efisiensi dalam pengadaan perlengkapan sekolah.
d.  Perencanaan perlengkapan sekolah seherusnya memenuhi prinsip-prinsip.[1]
C.    Pengadaan Perlengkapan Sekolah
Pengadaan perlengkapan pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan perlengkapan yang telah di susun sebelumnya sering kali sekolah mendapat bantuan saran prasarana pendidikan dari pemerintah, dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Nasional Provinsi, dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.

Di sisi lain, dalam kerangka peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah (PMPBS), atau dalam ramgka Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), pengadaan perlengkapan sekolah harus di lakukan sendiri oleh sekolah, baik dengan menggunakan dana bantuan pemerintah maupun dana sekolah sendiri. Artinya dalam kerangka MPMBS ATAU MBS semua bentuk penyerahan perlengkapan pemerintah kesekolah harus di ubah dari bentuk pemberian dana ke dalam bentuk perlengkapan sekolah di berikan kepada sekolah, kemudian kepala sekolah bersama guru dan bila perlu, pengurus komite merencanakan dan melakukan pengadaan sendiri  perlengkapan yang di butuhkan secara efektif dan efisien.

Pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah biasanya dilakukan memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan sekolah, menggantikan barang-barang yang rusak, hilang, dihapuskan dan sebab-sebab lain yang dapat ditanggung jawabkan. Pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah sebaiknya direncanakan dengan hati-hati. Perencanaan perlengkapan pendidikan didefinisikan  sebagai suatu proses memikirkan dan menetapkan program pengadaan fasilitas sekolah, baik yang berbentuk sarana maupun prasarana pendidikan masa yang akan datang. Prihal proses atau prosedurnya telah banyak direkomendasikan oleh para toeretisi, namun, pada akhirnya, keefektifannya dapat dinilai atau dilihat dari seberapa jauh pengadaannya itu dapat memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah dalam preode tertentu.

            Ada beberepe mecam cara pengedaan perlengkapan sekolah, yaitu:
1.      Membeli
2.      Hadiah atau sembangan
3.      Tukar menukar perlengkapan dengan sekolah lainnya.
4.      Meminjam perlengkapan kepeda pihak-pihak tertentu
5.      Membuat perlengkapan dari bahan-bahan bekas dan
6.      Membuat keliping,
penggunaan semua teknik tersebut diatas  sangat tergantunga pada kondisi sekolah hubungan antara sekolah yang bersangkutan dengan pihak-pihak luar sekolah, termasuk jg sekolah lainnya.

Barang-barang perlengkapan sekolah yang telah di adakan dapat didistribusikan pendistribusian perlengkapan sekolah adalah kegiatan pemindahan barang dan tanggung jawab dari seorang penanggung jawab penyimpanan pada unit-unit atau orang-orang yang membutuhkannya. Ada ada tiga langkah pendistribusisn perlengkapan pendidikan di sekolah yaitu :
1.      penyusunan alokasi barang
2.      pengiriman barang dan
3.      penyerahan barang.[2]

D.     Pendistribusian perlengkapan sekolah
Penditribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggung jawab penyimpanan kepada unit-unit atau orang-orang yang membutuhkan barang itu. Dalam prosesnya ada 3 hal yang harus di perhatikan yaitu:  ketepatan barang yang di sampaikan, baik jumlah maupun jenisnya, ketepatan sasaran penyampaiannya, ketepatan kondisi barang yang di salurkan. Dalam rangka itu paling tidak 3 langkah yang sebaiknya di tempuh pleh bagian penanggung jawab penyimpanan atau penyaluran, yaitu :

a) Penyusunan alokasi barang;
b) Pengiriman barang;
c) Penyerahan barang.

Barang yang telah di terima di investarisasikan oleh panitia pengadaan, setelah kebenaranmya di periksa berdasarkan daftar yang ada perlu surat pengantar, tidak berarti semua personil sekolah bisa menggunakan secara bebas. Barang-barang tersebut perlu di atur lebih

lanjut untuk memudahkan oengawasan dan pertanggung jawaban. Apabila pendistribusiannya tidak di atur dengan sebaik-baiknya, pengelolaan perlengkapan sekolah akan mengalami kesulitan dalam membuat laporan pertanggung jawabannya.
       
Dalam kaitan dengan perihal di atas, perlu adanya penyusunan alokasi pendistribusian. Dengan terlebih dahulu di lakukan penyusunan olokasi pendistribusian barang-barang yang telah di terima oleh sekolah yang dapat di selurkan sesuai dengan kebutuhan barang pada bagian-bagian sekolah, dengan melihat kondisi, kualitas, dan kuantitas barang yang ada. Semakin jelas alokasinya, semakin jelas pula pelimpahan tanggung jawab pada penerima. Dengan demikian pendistribusian akan lebih mudah di laksanakan dan di kontrol setiap saat. Tujuan akhir penyusunan alokasi tersebut pada akhirnya adalah untuk menghindari pemborosan yang seharusnya tidak terjadi.

Berdasarkan keseluruhan uraian tentang distribusi di atas dapat di tegaskan bahwa pada dasarnya ada 2 sistem pendistribusian barang yang dapat di tempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah, yaitu sistem langsung dan sistem tidak langsung. Dengan menggunakan sistem pendistribusian langsung, berarti barang-barang yang sudah di terima dan di inventarisasikan langsung di salurkan pada bagian-bagian yang membutuhkan tanpa melalui proses penyimpanan terlebih dahulu. Sedangkan dengan menggunakan sistem pendistribusian tidak langsung berarti barang-barang yang sudah di terima dan sudah di inventarisasikan tidak secara langsung di salurkan, melainkan harus di simpan terlebih dahulu di gudang penyimpanan dengam teratur. Hal ini biasanya di gunakan apabila barang-barang yang lalu ternyata masih tersisa.

Untuk dapat di katakan berjalan secara efektif, dalam pendistribusian harus memenuhi beberapa asas pendistribusian. Ada beberapa asas pendistribusian yang perlu di perhatikan,yaitu :

1) Asas ketepatan
2) Asas kecepatan
3) Asas keamanan
4) Asas ekonomi

Namun jika di gunakan sistem pendistribusian tidak langsung maka barang-barang yang perlu di simpan di gudang perlu mendapatkan pengawasan yang efektif. Dalam rangka mempermudah pengawasannya perlu di buat kartu stok barang yang di tempelkan pada barang tersebut untuk mempermudah dalam pengenalan dan pengawasan. [3]



BAB III
PENUTUP


     SARAN
Pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang di hadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti, namun untuk penyempurnaan pekerjaan para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya, sbb :
1.      Hendaknya kepala sekolah sebagai administrator tidak terlalu menyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran
2.       Melakukan sisi pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan
3.       Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa di tinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran
Kondisi-kondisi di atas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi, distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran.


 KESIMPULAN
Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan di sekolah. Dalam pendidikan misalnnya lokasi atau tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, ruang dan sebagainya. Sedangkan sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti: ruang, buku, perpustakaan, labolatarium dan sebagainya.
Kegiatan seperti analisis dan penyusunan kebutuhan, pembelian, penerimaan perlengkapan sekolah yang pada dasarnya dilakukan oleh pengelola perlengkapan pendidikan sebagai perencanaan pengadaan perlengkapan. Oleh karena itu, semua kegiatan tersebut dapat dikategorikan dengan pengadaan perlengkapan pendidikan. Begitu perlengkapan sekolah yang diadakan itu diterima, lalu semuanya disimpan untuk di distribusikan kepada unit-unit yang akan memakainya.


                                                             DAFTAR PUSTAKA


Bafadal Ibrahim. 2004. Manajemen Perlengkapan Sekolah. PT BUMIKARSA. Jakarta.
 TIM. 2003. Sarana dan Prasarana Tunjang Kualitas Pendidikan. Jakarta. © Harian Sinar Harapan.
Ihwal Chairul. 2001. Manajemen Pendidikan, Problematika dan Tantangannya. Bandung
. PT REMAJA ROSDAKRYA.







[1] Bafadal Ibrahim. Manajemen Perlengkapan Sekolah. Jakarta,2004
[2] Harian sinar harapan Sarana dan Prasarana Tunjang Kualitas Pendidikan. Jakarta. 2004
[3] Ihwal Chairul. Manajemen Pendidikan, Problematika dan Tantangannya. Bandung ,2001.